CHILDFREE DI ERA MODERN
TINJAUAN KOMPARATIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF
DOI:
https://doi.org/10.30868/am.v14i02.10896Keywords:
Childfree, Comparative, Islamic Law, Positive LawAbstract
Fenomena childfree sebagai pilihan sadar untuk tidak memiliki anak semakin berkembang di era modern, terutama dipengaruhi oleh perubahan pola pikir, tuntutan ekonomi, dan nilai individualisme yang semakin kuat. Perubahan ini menimbulkan perdebatan, khususnya dalam masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai keluarga dan norma agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan childfree dalam perspektif hukum Islam serta meninjaunya dari sisi hukum positif Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan normatif-komparatif, yakni membandingkan dalil-dalil fikih, pendapat ulama, serta regulasi perundang-undangan terkait perkawinan dan hak reproduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum Islam pada dasarnya mendorong memiliki keturunan sebagai bagian dari tujuan pernikahan dan maqashid al-syari‘ah, khususnya hifz al-nasl. Namun, ulama kontemporer memberi ruang bagi pasangan untuk menunda atau membatasi kelahiran selama terdapat alasan yang dibenarkan dan persetujuan bersama. Sementara itu, hukum positif Indonesia memberikan kebebasan reproduksi kepada masing-masing individu selama tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, serta menjamin hak keluarga dalam merencanakan jumlah anak melalui program keluarga berencana. Dengan demikian, Hukum Islam dan hukum positif sama-sama menekankan bahwa keputusan reproduksi harus didasarkan pada kesepakatan suami-istri, dapat menunda kehamilan dengan alasan yang wajar, serta mempertimbangkan aspek kesehatan. Keduanya memberi ruang bagi pengaturan kelahiran sesuai kebutuhan dan kondisi pasangan.
References
An-Nabhani, Taqiyuddin. Sistem Pergaulan Dalam Islam. Jakarta: Hizbut Tahrir Indonesia, 2014.
Bahreisy, Salim, dan Said Bahreisy. Terjemahan Singkat Tafsir Ibnu Katsir Jilid 4, (Terj). Surabaya: Bina Ilmu, 1998.
Brahmantya, Afrigh Abrar, Rp. Farros Ale Abdul Jabbar, Indra Pandita Wahyu Sakti Lingga Bumi, Asyaddu Hubbanlillah, Muhammad Diza Sharif, dan Usma Nur Dian Rosyidah. “Menelaah Prinsip Childfree dari Perspektif Kalangan Muda Laki-laki di Surabaya yang Multikultural.” j. sos. hum. pend. 8, no. 2 (2024): 224–37. https://doi.org/10.32487/jshp.v8i2.2129.
Creswell, John W, dan J David Creswell. Educational Research: Planning, Conducting, and Evaluating Quantitative and Qualitative Research. Boston: Pearson Education, 2021.
Dahnia, Ana Rita, Anis Wahda Fadilla Adsana, dan Yohanna Meilani Putri. “Fenomena Childfree Sebagai Budaya Masyarakat Kontemporer Indonesia Dari Perspektif Teori Feminis Analisis Pengikut Media Sosial Childfree.” AY 5, no. 1 (2023): 66–85. https://doi.org/10.55606/ay.v5i1.276.
Erfin, Zaitun, dan M Iqbal Irham. “Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Anak: Analisis Undang- Undang tentang Perlindungan Anak dalam Perspektif Hukum Islam.” Nagari Law Review 7, no. 1 (2023): 39–48.
Fahrani, Wahida Aulia, dan Taufiq Ramadhan. “Fenomena Childfree Dalam Pandangan Hukum Islam Perspektif Maqashid Al-Syari’ah Dan Relevansinya Dengan Harta Waris.” Sahaja: Journal Sharia and Humanities 3, no. 2 (2024): 335–43.
Hamidy, M, dan Abdul Manan. Tafsir Ayat Ahkam As-Shobuni (Terj). Surabaya: Bina Ilmu, 2013.
Hermanto, Agus. Al-Qawaid Al-Fiqhiyyah: Dalil dan Metode Penyelesaian Masalah-Masalah Kekinian. Malang: Literasi Nusantara Abadi, 2021.
Houseknecht, Sharon K. “Voluntary Childlessness in the 1980s: A Significant Increase?” Marriage & Family Review 5, no. 2 (1982): 51–69. https://doi.org/10.1300/J002v05n02_04.
Jenuri, Mohammad Rindu Fajar Islamy, Kokom Siti Komariah, dan Dina Mayadiana Suwarma. “Fenomena Childfree di Era Modern: Studi Fenomenologis Generasi Gen Z Serta Pandangan Islam Terhadap Childfree Di Indonesia.” Jurnal Sosial dan Budaya 19, no. 2 (2022): 81–89.
Mashduqi, M Anis, Purwo Santoso, Hijrian Angga Prihantoro, dan Widya Priyahita Pudjibudojo. Fikih Peradaban Dan Isu-Isu Global. Yogyakarta: Istana Agency, 2021.
Masridha, Muhyiddin. Tafsir Al-Qurthubi Jilid 9 (Terj). Depok: Pustaka Azzam, 2008.
Meliana, Yang. “Kajian Yuridis Tentang Perlindungan Hak Asasi Manusia Dalam Kehidupan Bernegara Di Indonesia Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia.” Justici: Journal by Fakulty of Law 14, no. 1 (2021): 1–32.
Munawwir, Ahmad Warson. Kamus Al Munawwir; Arab Indonesia Terlengkap. Surabaya: Pustaka Progressif, 2002.
Mundor, Yunus Ali Al, dan Umar Faruq. Terj. Kitab Al Halalu Wal Haramu Fil Islam, Karya Muhammad Yusuf Bin Abdullah Al-Qaradhawi. Semarang: CV. Asy Syifa, 1993.
Mustaqim, Abdul. “Berbagai Penyebutan Anak dalam Al-Qur’an: Implikasi Maknanya dalam Konteks Qur’anic Parenting.” Jurnal Lektur Keagamaan 13, no. 1 (2015): 265–92.
Nallanie, Farrencia, dan Fhelincia Nathanto. “Childfree di Indonesia, Fenomena atau Viral Sesaat?” SLJIL 6, no. 6 (2024): 2663–73. https://doi.org/10.46799/syntax-idea.v6i6.3457.
Nasution, Chairul Majid. “Fenomena Childfree Berdasarkan Perspektif Hukum Islam Progresif, Pancasila Dan Hak Asasi Manusia (HAM).” Living Islam: Journal of Islamic Discourses 1, no. 1 (2021): 11–21.
Patnani, Miwa, Bagus Takwin, dan Winarini Wilman Mansoer. “Bahagia tanpa anak? Arti penting anak bagi involuntary childless.” JIPT 9, no. 1 (2021): 117. https://doi.org/10.22219/jipt.v9i1.14260.
Pebriansah, Agam. “Childfree Dalam Konteks Hak Asasi Manusia: Tantangan Dan Perlindungan Serta Pencapaian Hak-Hak Individu.” dar 16, no. 1 (2024): 194–218. https://doi.org/10.30739/darussalam.v16i1.3330.
Ramadhan, Mohammad Rizaldy, dan Rifki Alaudin. “Pengaruh Gaya Hidup Childfree Dalam Kalangan Generasi Modern Indonesia.” Nathiqiyyah 6, no. 2 (2023): 33–40. https://doi.org/10.46781/nathiqiyyah.v6i2.858.
Rizhan, Afrinald, dan Aprinelita. “Fenomena Childfree Dalam Perspektif Hukum Keluarga Islam di Indonesia.” Prosiding Seminar Nasional Universitas Islam Kuantan Singingi, 2024, 21–24.
Santoso, Aris Prio Agus, Aris, Prio, dan Agus. “Hak Reproduksi Pada Penderita HIV/AIDS Ditinjau Dari Sudut Pandang Hukum Dan Agama.” JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan 7, no. 3 (2023): 5–6.
Saogi, Ahmad, dan M Reza Saputa. “Analisis Fenomena Childfree dalam Perspektif Maqāṣid al-Syāri’ah sebagai Landasan Hukum Keluarga Islam di Indonesia.” Al-Mustaqbal: Jurnal Agama Islam 2, no. 3 (2025): 157–76. https://doi.org/https://doi.org/10.59841/al-mustaqbal.v2i3.215.
Shiddiq, Abdul Rosyad. Ringkasan Ihya Ulumudin. Jakarta: Akbar Media, 2008.
Sholihah, Rifdatus. “Hukum Mencegah Kehamilan Perspektif Imam Ghazali dan Syekh Abdullah Bin Baaz.” AL-HUKUMA 9, no. 1 (2019): 76–102. https://doi.org/10.15642/alhukama.2019.9.1.76-102.
Smith, Rhona K M. Hukum Hak Asasi Manusia. Bantul: Pusham UUI, 2015.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Jakarta: Alfabeta, 2022.
Sulistiowati, Diah. “Aspek Hukum Perlindungan Anak.” Jurnal Konstitusi 3, no. 2 (2006): 205.
Sunarto, Muhammad Zainuddin, dan Lutfatul Imamah. “Fenomena Childfree Dalam Perkawinan.” dar 14, no. 2 (2023): 181–202. https://doi.org/10.30739/darussalam.v14i2.2142.
Tunggono, Victoria. Childfree and Happy: Keputusan Sadar untuk Hidup Bebas Anak. Yogyakarta: Mojok Group, 2021.
Yanggo, C. Keluarga Berencana Menurut} Tinjuauan Hukum Islam dalam Problematika Hukum Islam Kontemporer. Solo: Pustaka Firdaus, 1996.
Yunus, M. Kamus Arab-Indonesia. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penterjemah Penafsiran alQur’an, 1922.
Zulfahmi, Akel Pernando, dan Arni Jamiatus Sakdiah. “Fenomena Perkawinan Childfree Ditinjau dari Hukum Islam.” INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research 4, no. 6 (2024): 7566–82.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Kamil Azhary, Husni Mubarrak

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Terms that must be met by the Author as follows:- The author saves the copyright and grants the journal the first right of publishing the manuscript simultaneously under license under the Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with a statement of job authorship and early publication in this journal.
- The author may incorporate into additional separate contractual arrangements for the non-exclusive distribution of rich-issue journals (eg posting them to an institutional repository or publishing them in a book), with the acknowledgment of their original publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (eg: in the institutional repository or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and more powerful cites from published works.



