TINJAUAN 'URF TERHADAP TRADISI MARTAHI MARTUPPAK DALAM PEMENUHAN MAHAR CALON ISTRI
Studi Kasus Dusun Padang Laut
DOI:
https://doi.org/10.30868/am.v14i02.11001Keywords:
Islamic Family Law, Ahwal Syakhsiyyah, Urf, Living LawAbstract
Penelitian ini membahas tradisi Martahi Martuppak dalam pemenuhan mahar calon istri pada masyarakat Dusun Padang Laut. Penelitian ini berangkat dari kebiasaan masyarakat menghimpun bantuan dari keluarga, kerabat, dan masyarakat untuk membantu calon mempelai laki-laki memenuhi kebutuhan perkawinan, termasuk mahar. Persoalannya, mahar merupakan kewajiban calon suami kepada calon istri, sementara dalam praktik Martahi Martuppak terdapat keterlibatan masyarakat dan adanya pemahaman tentang kewajiban saling membalas bantuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Martahi Martuppak dalam pemenuhan mahar serta menganalisis kedudukannya berdasarkan ‘urf, adat, dan hukum Islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Martahi Martuppak merupakan kebiasaan masyarakat yang mengandung nilai musyawarah dan saling membantu. Dalam pemenuhan mahar, bantuan masyarakat dapat meringankan beban calon mempelai laki-laki, tetapi tidak menghilangkan kewajibannya terhadap calon istri. Tradisi tersebut dapat diterima sebagai ‘urf shahih selama dilakukan secara sukarela, tidak mengandung paksaan, dan tidak bertentangan dengan hukum Islam. Sebaliknya, tuntutan sosial atau kewajiban timbal balik yang memberatkan perlu dibatasi agar tidak menghilangkan nilai kebersamaan dalam tradisi tersebut.
References
Dongoran, Irham. “Tinjauan Hukum Islām Terhadap Tradisi Martahi Dalam Pernikahan Suku Batak Di Kecamatan Dolok.” Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman 2, No. 1 (2017): 17. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.51590/Waraqat.V2i1.46.
Harahap, Alwi Padly, Hakkul Siregar, Tutia Rahmi, Maulana Hasibuan, Rois Siregar, And Fauzan Akbar. “Martahi Martulpak Tradition: Living Hadith As A Means Of Shaping Social And Cultural Norms Of The Mandailing Community.” Jurnal Smart (Studi Masyarakat, Religi, Dan Tradisi) 11, No. 1 (2025): 15–27. Https://Doi.Org/10.18784/Smart.V11i1.2681.
Jazil, Saiful. “Al-‘Adah Muhakkamah:‘Adah Dan ‘Urf Sebagai Metode Istinbat Hukum Islam.” In Prosiding Halaqah Nasional & Seminar Internaasional Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Uin Sunan Ampel Surabaya, 319–30. Surabaya, 2015. Https://Digilib.Uinsa.Ac.Id/Id/Eprint/6496.
Khallaf, Abdul Wahhab. Ilm Ushul Al-Fiqh. Cet. Ke-12. Kairo: Dar Al-Qalam, 1978.
Khallaf, Abdul Wahhab. Ilmu Ushul Fikih: Kaidah Hukum Islam, Terj. Faiz El Muttaqin. Jakarta: Pustaka Amani, 2003.
Moleong, L J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosda Karya. Bandung: Remaja Rosda Karya, 2018.
Mualim, Chaerul Shaleh, And Aden Rosadi. “Al-‘Urf And Al-‘Adah Al-Muḥakkamah As The Methodology Of Istinbāṭ Of Islamic Law: A Thematic Analysis From The Perspective Of Sharia Economic Law.” Al-Amwal : Journal Of Islamic Economic Law 10, No. 2 (2026): 126–41. Https://Doi.Org/10.24256/Alw.V10i2.8943.
Pane, Ade, And Sakti Ritonga. “The Martahi Tradition As A Social Practice Of Mutual Assistance For The Mandailing Community In Bahap Village, North Sumatra.” Jurnal Pendidikan Ips 15, No. 3 (2025): 712–18. Https://Doi.Org/10.37630/Jpi.V15i3.3326.
Reski, M, Hafsah, And Dhiauddin Tanjung. “Martuppak Tradition In The Marriage Of Mandailing Tribe In Pasaman District From The Perspective Of Islamic Law.” Law Development Journal 6, No. 1 (2024): 18–34. Https://Doi.Org/10.30659/Ldj.6.1.18-34.
Setiyawan, Agung. “Budaya Lokal Dalam Perspektif Agama: Legitimasi Hukum Adat (‘Urf) Dalam Islam.” Esensia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin 13, No. 2 (2012): 203–22. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.14421/Esensia.V13i2.738.
Sugiyono, Dr. Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta, 2022.
Syarif, Muh. Isra. “Peran ’Urf Sebagai Penentu Hukum Perspektif Sosiologi Hukum Islam.” Al-Maslahah Jurnal Ilmu Syariah Jurnal Ilmu Syariah 20, No. 2 (2024): 93–108. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.24260/Al-Maslahah.V20i2.1923.
Syarifuddin, Amir. Ushul Fiqih Jilid Ii. Ushul Fiqih. Logos Wacana Ilmu, 2014..
Wahbah Al-Zuhaili. Fiqh Islam Wa Adillatuhu. Jilid Ix. Damaskus: Dar Al-Fikr, 2007.
Wahbah Al-Zuhaili. Ushul Al-Fiqh Al-Islami. Jilid Ii. Damaskus: Dar Al-Fikr, 1986.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Niko Irwanda Sipahutar, Junaidi Lubis

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Terms that must be met by the Author as follows:- The author saves the copyright and grants the journal the first right of publishing the manuscript simultaneously under license under the Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with a statement of job authorship and early publication in this journal.
- The author may incorporate into additional separate contractual arrangements for the non-exclusive distribution of rich-issue journals (eg posting them to an institutional repository or publishing them in a book), with the acknowledgment of their original publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (eg: in the institutional repository or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and more powerful cites from published works.



