KEBIJAKAN PENAL TERHADAP GANGGUAN KETENTERAMAN LINGKUNGAN PADA MALAM HARI: ANALISIS PASAL 265 KUHP DAN PERSPEKTIF HUKUM PIDANA ISLAM

Authors

  • Nadilah Andini Universitas Islam Negeri Sumatera Utara medan, Indonesia
  • Rajin Sitepu Universitas Islam Negeri Sumatera Utara medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30868/am.v14i02.11021

Keywords:

Pasal 265 KUHP; Ketenteraman Lingkungan; Hukum Pidana Islam

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dasar kriminalisasi gangguan ketenteraman lingkungan, efektivitas penerapan Pasal 265 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), serta relevansinya dalam perspektif hukum pidana Islam. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Bahan hukum dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriminalisasi gangguan ketenteraman lingkungan bertujuan melindungi kepentingan masyarakat atas keamanan, kenyamanan, dan ketenteraman serta mencegah potensi kerugian dan konflik sosial. Namun, bahan yang tersedia belum memadai untuk memastikan efektivitas penerapan Pasal 265 KUHP secara menyeluruh. Meskipun terdapat laporan mengenai penanganan awal melalui teguran dan mediasi oleh kepolisian, penelitian ini belum menemukan perkara pengadilan yang menerapkan ketentuan tersebut. Temuan ini tidak serta-merta membuktikan efektivitas ataupun ketidakefektifannya karena masa penerapan relatif singkat dan data belum menggambarkan keseluruhan praktik penegakan hukum. Kontribusi utama penelitian ini adalah membedakan fungsi preventif melalui intervensi awal dan fungsi represif melalui pemidanaan, sekaligus menegaskan keterbatasan data dalam mengevaluasi efektivitas hukum. Dalam perspektif hukum pidana Islam, gangguan ketenteraman lingkungan dapat dikaji sebagai jarimah ta’zir yang penentuan sanksinya mempertimbangkan kemaslahatan. Prinsip la darar wa la dirar dan al-darar yuzal menjadi landasan normatif untuk mencegah dan menghilangkan kemudaratan. Penelitian menyimpulkan bahwa Pasal 265 KUHP memiliki landasan normatif untuk melindungi ketenteraman lingkungan, tetapi efektivitas empirisnya belum dapat dipastikan.

Author Biographies

Nadilah Andini, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara medan

a student in the Islamic Criminal Law program, Faculty of Sharia and Law, UIN North Sumatra

Rajin Sitepu, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara medan

Lecturer in the Faculty of Sharia and Law, UIN North Sumatra

References

Ahadi, Lalu M Alwin. “Efektivitas Hukum Dalam Perspektif Filsafat Hukum: Relasi Urgensi Sosialisasi Terhadap Eksistensi Produk Hukum.” Jurnal Usm Law Review 5, no. 1 (2022): 110–27. https://doi.org/https://doi.org/10.26623/julr.v5i1.4965.

Ahya, Sanabila Khairil, and Tajul Arifin. “Kegaduhan Tetangga Dalam Perspektif Hadits Muttafaq ‘Alaih Dan Pasal 503 KUHP.” JISPENDIORA Jurnal Ilmu Sosial Pendidikan Dan Humaniora 3, no. 2 (2024): 100–110. https://doi.org/https://doi.org/10.56910/jispendiora.v3i2.1493.

Al-Syatibi, Abu Ishaq Ibrahim ibn Musa ibn Muhammad. Al-Muwafaqat fi Ushul al-Shari’ah. Dar Ibn Affan. Jilid 2. Al-Khobar: Dār Ibn ʻAffān, 1997..

Arief, Barda Nawawi. Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana. Prenada Media, 2016.

Badri, Ainul. “Efektivitas Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Di Indonesia Ditinjau Dari Perspektif Hukum.” Jurnal Analisis Hukum 2, no. 2 (2021): 1–6. https://doi.org/https://ejournal.undhari.ac.id/index.php/jah/article/view/590.

Braga, Anthony, Cory Schnell, and Brandon Welsh. “Disorder Policing to Reduce Crime: An Updated Systematic Review and Meta‐analysis.” Criminology & Public Policy 23, no. 3 (2024): 745–75. https://doi.org/10.1111/1745-9133.12667.

DM, Mohd. Yusuf, Sri Heri Perwitasari, Rehulina Manita, Tengku Raisya Lopi, and Geofani Milthree Saragih. “Efektivitas Penerapan Hukum Perspektif Sosiologi Hukum.” Jurnal Pendidikan Dan Konseling 5, no. 2 (2023): 2884–89. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/jpdk.v5i2.13689.

Fadila, Yolanda, Wawan Nudirwan, Baginda Sultan Firmansyah, Muhammad Hibrian, and Yeni Triana. “Penyelesaian Tindak Pidana Ringan Melalui Restorative Justice Sebagai Bentuk Upaya Pembaharuan Hukum Pidana Dalam Perspektif Keadilan.” Innovative: Journal of Social Science Research 4, no. 1 (2024): 4756–65. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/innovative.v4i1.8425.

gazali, muhammad dakhlan. “Indonesian Criminal Law Integrating Maqāṣid Al-Syarī‘Ah.” Maqashid: Jurnal Hukum Islam. 8, no. 2 SE-Articles (November 23, 2025): 76–99. https://doi.org/10.35897/maqashid.v8i2.2176.

Ginting, Yuni. “Penyelesaian Perkara Pidana Di Luar Pengadilan Berdasarkan Asas Ultimum Remedium.” The Prosecutor Law Review 2, no. 1 (2024): 73–94. https://doi.org/https://doi.org/10.64843/prolev.v2i1.32.

Harika, Nor, Dina Safitri, Nina Nirmalasari, and Surya Sukti. “Hakikat Dan Tujuan Sanksi Pidana Islam.” Politika Progresif: Jurnal Hukum, Politik Dan Humaniora 1, no. 2 (2024): 129–37. https://doi.org/https://doi.org/10.62383/progres.v1i2.247.

Hutabarat, Apdal, and Dedi Harianto. “Kajian Sosiologi Hukum Maraknya Polusi Suara Penggunaan Speaker Aktif Di Lingkungan Masyarakat.” Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) 5, no. 2 (2024): 39–50. https://doi.org/https://doi.org/https://doi.org/10.53695/js.v5i2.1159.

Idris, Muhammad Nirwan, and Kurnaemi Anita. “Analisis Implementasi Kaidah Fikih Lā Ḍarar Wa Lā Ḍirār Dalam Kedokteran Modern Pada Kasus Tindakan Operasi: Analysis of the Implementation of the Fiqh of Lā Ḍarar Wa Lā Ḍirār in Modern Medical in Case of Surgical Action.” NUKHBATUL’ULUM: Jurnal Bidang Kajian Islam 6, no. 1 (2020): 50–76. https://doi.org/https://doi.org/10.36701/nukhbah.v6i1.100.

Kadir, Zul Khaidir. “Kriminalisasi Tanpa Batas: Mengurai Penyalahgunaan Kekuasaan Dalam Legislasi Kodifikasi Hukum Pidana Modern.” Jurnal Hukum, Administrasi Negara, Dan Kebijakan Publik 2, no. 2 (2025): 1–18. https://doi.org/https://doi.org/10.62383/presidensial.v2i2.665.

Mahesa, Pande Komang Surya, and Ayu Putu Laksmi Danyathi. “Penerapan Prinsip Ultimum Remedium Dalam Kebijakan Kriminalisasi Di Indonesia: Tinjauan Teoritis Dan Praktis.” Jurnal Media Akademik (JMA) 3, no. 9 (2025): 1–17. https://doi.org/https://doi.org/10.62281/ax2d1f19.

Misran, M. “Kriteria Tindak Pidana Yang Diancam Hukuman Ta ‘Zir. LEGITIMASI: Jurnal Hukum Pidana Dan Politik Hukum, 10 (1), 25” 10, no. 1 (2021): 1–25. https://doi.org/https://doi.org/10.22373/legitimasi.v10i1.10515.

Mohamad, Nor Musfirah, and Azhan Taqiyaddin Arizan. “[Application Of The Fiqh Method ‘No Harm To Oneself And Not Harmful To Others’(La Darar Wa La Dirar) In Dealing With The Pandemic Issue Of Covid-19 In Malaysia]: Aplikasi Kaedah Fiqh ‘Tiada Mudarat Dan Tidak Boleh Memberi Mudarat’(La Darar Wa La Dirar) Da.” Malaysian Journal Of Islamic Studies (MJIS) 5, no. 2 (2021): 23–36. https://doi.org/https://doi.org/10.37231/mjis.2021.5.1.157.

Muhaimin. Meode Penelitian Hukum. 1st ed. Mataram: Mataram University press, 2020.

Muhammad Arafat, and Asmuni. “Implementation of Maqashid Al-Syariah in Islamic Criminal Law in Muslim Countries: A Comparative Study in Saudi Arabia, Iran, Malaysia, and Indonesia.” Al-Sulthaniyah 14, no. 1 (2025): 45–68. https://doi.org/10.37567/al-sulthaniyah.v14i1.3577.

Niasa, La, and Amir Faisal. “Penerapan Restoratif Justice Dalam Kerangka Ultimum Remedium Terhadap Penanganan Tindak Pidana.” Sultra Law Review 4, no. 2 (2022): 2434–41. https://doi.org/https://doi.org/10.36701/qiblah.v3i5.1746.

Nofarizal, Dedi, Yusuf Yusuf, and Rudi Pardede. “Penyelesaian Hukum Keadilan Restoratif Terhadap Pelaku Penganiayaan.” Collegium Studiosum Journal 7, no. 2 (2024): 423–38. https://doi.org/https://doi.org/10.56301/csj.v7i2.1350.

Norhalifah, Rainah, and Lahmudinur. “Rekonstruksi Konsep Qishas Dan Diyat Dalam Perspektif Fiqh Jinayah Dan Relevansinya Terhadap Keadilan Restoratif Modern.” Ahsan: Jurnal Ilmiah Keislaman Dan Kemasyarakatan 2, no. 2 (December 12, 2025): 331–39. https://doi.org/10.67802/ahsan.vi.85.

Pamungkas, Sigit. “Terganggu Musik Kencang Tiap Malam, Warga Kobar Laporkan Tetangga Ke Polisi.” detik Kalimantan, 2026. https://www.detik.com/kalimantan/hukum-dan-kriminal/d-8562964/terganggu-%0Amusik-kencang-tiap-malam-warga-kobar-laporkan-tetangga-ke-%0Apolisi#google_vignette%0A.

Prasetyo, Widodo Wira, Chariunisa Nasution, and Rahul Ardian Fiktri. “Kepastian Hukum Restorative Justice Dalam Penyelesaian Perkara Di Kepolisian.” Judge: Jurnal Hukum 6, no. 10 (2026): 1970–75. https://doi.org/https://doi.org/doi.org/10.54209/judge.v6i10.2370.

Republik Indonesia. Undan-Undang No.1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Sariyono, Eko Budi, H M Makkah, Iwan Rasiwan, Johannes Triestanto, and Nopiana Mozin. “Dekriminalisasi Dan Rekriminalisasi Dalam KUHP Baru: Analisis Terhadap Prinsip Ultimum Remedium: Decriminalization and Recriminalization in the New Criminal Code: An Analysis of the Ultimum Remedium Principle.” Jurnal Kolaboratif Sains 9, no. 1 (2026): 947–54. https://doi.org/https://doi.org/10.56338/jks.v9i1.10126.

Shabirin, Ahmad. “Asas Legalitas Dalam Penanggulangan Radikalisme Online: Perspektif Hukum Pidana Indonesia.” Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin 1, no. 3 (2025): 333–44. https://doi.org/https://doi.org/10.63822/czsz4m55.

Soekanto, Soerjono. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penegakan Hukum. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005.

Sulistiyawati, Erly, and Siti Rahmah. “Jarimah Ta’jir Menurut Perspektif Hukum Pidana Islam.” Ahsan: Jurnal Ilmiah Keislaman Dan Kemasyarakatan 2, no. 2 (2025): 191–201. https://doi.org/https://doi.org/10.67802/ahsan.vi.63.

Sulistyono, Moh Puji, A S Ramadani, A Ramadhani, T Apriansa, T Ananta, and R Fitri. “Eksistensi Prinsip Ultimum Remedium Dalam Penegakkan Hukum Pidana Indonesia.” Indonesian Journal of Law 1, no. 10 (2024): 274–283. https://jurnal.intekom.id/index.php/inlaw/article/view/846.

Suwardi, Sigit Dwi, and Salis M Abduh. “Penyelesaian Tindak Pidana Ringan Melalui Restorative Justice Sebagai Bentuk Upaya Perubahan Hukum Pidana Perspektif Keadilan.” Journal Evidence Of Law 4, no. 3 (December 31, 2025): 1705–14. https://doi.org/10.59066/jel.v4i3.1860.

Syarbaini, Ahmad. “Konsep Ta’zir Menurut Perspektif Hukum Pidana Islam.” Jurnal Tahqiqa Jurnal Ilmiah Pemikiran Hukum Islam 17, no. 2 (2023): 37–48. https://doi.org/https://doi.org/10.61393/tahqiqa.v17i2.167.

Syarifullah, Muhammad, Rini Fathonah, and Muhammad Farid. “Analisis Implikasi Yuridis Terhadap Pengaturan Pidana Denda Dalam KUHP Nasional: Tantangan Dan Dampak Terhadap Sistem Peradilan Pidana.” Jurnal Media Akademik (JMA) 3, no. 9 (2025): 1–13. https://doi.org/https://doi.org/10.62281/ez6zj376.

Valerian, Dion. “Kriteria Kriminalisasi: Analisis Pemikiran Moeljatno, Sudarto, Theo De Roos, Dan Iris Haenen.” Veritas et Justitia 8, no. 2 (2022): 415–43. https://doi.org/https://doi.org/10.25123/vej.v8i2.4923.

Wilson, James Q., and George. l Kelling. “Broken Window; The Police and Neighborhood Safety.” Atlantic Monthly 249, no. 3 (1982): 29–38. https://doi.org/https://doi.org/http://www.theatlantic.com/doc/print/198203/broken-windows.

Wirajaya, A A Ngurah Bagus Krishna, Anak Agung Sagung Laksmi Dewi, and Ni Made Sukaryati Karma. “Tindak Pidana Ringan Melalui Restorative Justice Sebagai Bentuk Upaya Pembaharuan Hukum Pidana.” Jurnal Konstruksi Hukum 3, no. 3 (2022): 545–50. https://doi.org/https://doi.Org/10.55637/jkh.3.3.5345.545-550.

Published

2026-10-29

How to Cite

Andini, N., & Sitepu, R. (2026). KEBIJAKAN PENAL TERHADAP GANGGUAN KETENTERAMAN LINGKUNGAN PADA MALAM HARI: ANALISIS PASAL 265 KUHP DAN PERSPEKTIF HUKUM PIDANA ISLAM. Al-Mashlahah Jurnal Hukum Islam Dan Pranata Sosial, 14(02), 157–182. https://doi.org/10.30868/am.v14i02.11021

Citation Check