IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN ILMU FAROID DI MTS PONDOK PESANTREN TAHFIZH AL QUR’AN BAIT QUR’ANY

Authors

  • Maulana Muhammad Hifdzi STIT Bustanul ‘Ulum Lampung Tengah, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30868/im.v9i02.10818

Keywords:

Implementasi Pembelajaran, Ilmu Farā’iḍ, Active Learning, Pendidikan Islam, MTs Bait Qurany

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran ilmu farā’iḍ di MTs Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Bait Qurany, meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat pembelajaran. Ilmu farā’iḍ merupakan salah satu cabang fikih yang memiliki kompleksitas tinggi karena memadukan aspek normatif syariat dan kemampuan analitis matematis, sehingga memerlukan strategi pembelajaran yang sistematis, kontekstual, dan partisipatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian terdiri atas kepala madrasah, guru fikih, dan peserta didik kelas VII MTs Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Bait Qurany. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran ilmu farā’iḍ dilakukan melalui pendekatan active learning dengan menggunakan tiga tabel konseptual, simulasi gerak pencak silat atau tari edukatif, serta diskusi kolaboratif. Metode ini membantu peserta didik memahami klasifikasi ahli waris, bagian waris, dan konsep penghalang waris secara lebih konkret dan sistematis. Integrasi antara program tahfizh dan pembelajaran fikih juga menjadi ciri khas pembelajaran di MTs Bait Qurany, karena siswa tidak hanya menghafal ayat waris, tetapi juga memahami penerapan hukumnya secara aplikatif. Evaluasi pembelajaran dilakukan melalui tes tertulis berbasis tabel, simulasi gerak, dan refleksi kelompok. Pendekatan tersebut terbukti mampu meningkatkan partisipasi siswa, mempermudah pemahaman konsep abstrak, serta menjadikan pembelajaran ilmu farā’iḍ lebih menarik dan kontekstual.

References

Abū Dāwud. Sunan Abī Dāwud. Kitāb al-Farā’iḍ.

Al-Attas. (1999). Syed Muhammad Naquib. The Concept of Education in Islam. Kuala Lumpur: ISTAC.

Al-Syāṭibī, Abū Isḥāq. (1997). Al-Muwāfaqāt fī Uṣūl al-Syarī‘ah. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Al-Ṣābūnī, Muḥammad ‘Alī. (1989). Al-Mawārīṡ fī al-Sharī‘ah al-Islāmiyyah. Beirut: Dār al-Fikr.

Al-Zuḥaylī, Wahbah. (1985). Al-Fiqh al-Islāmī wa Adillatuhu. Damaskus: Dār al-Fikr.

Departemen Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahannya.

Ibn Qudāmah. (t.t.). Al-Mughnī. Beirut: Dār al-Fikr.

Majid, Abdul. (2013). Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Moleong, Lexy J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mulyasa. (2013). Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Piaget, Jean. (2001). The Psychology of Intelligence. London: Routledge.

Sanjaya, Wina. (2012). Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana.

Sanjaya, Wina. (2014). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Silberman, Melvin L. Active Learning: 101 Strategies to Teach Any Subject. Boston: Allyn & Bacon, 1996.

Published

2026-07-31

How to Cite

Hifdzi , M. M. (2026). IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN ILMU FAROID DI MTS PONDOK PESANTREN TAHFIZH AL QUR’AN BAIT QUR’ANY. Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 9(02), 757–768. https://doi.org/10.30868/im.v9i02.10818

Citation Check